Linimedia.id-Gerakan Tobat Ekologis di Kota Banda Aceh menarik perhatian siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan dalam upaya memupuk kesadaran lingkungan. Acara ini dilangsungkan secara daring melalui Zoom pada Senin (12/10/2026) dan terhubung dengan kegiatan serupa yang dipusatkan di Jakarta.
Dari total partisipan, siswa dari SD, SMP, SMA, hingga MAN mengikuti inisiatif nasional yang merupakan bagian dari Program Sekolah Adiwiyata. Program ini hasil kolaborasi Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, dan Kementerian Agama, bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan.
Tobat ekologis bukan sekadar simbolisme, tetapi menjadi upaya nyata untuk mengenali kondisi lingkungan dan mengubah perilaku yang merusak. Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, hadir dalam acara tersebut untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para siswa, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk bertanya kepada menteri mengenai inisiatif lingkungan di sekolah masing-masing.
Rosa Vivien Ratnawati, Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup, menekankan bahwa gerakan ini merupakan momen krusial untuk mendorong perubahan perilaku di sekolah. “Penguatan budaya lingkungan perlu dibangun, terutama bagi sekolah yang belum pernah mengikuti program Adiwiyata,” ungkapnya.
Setiap sekolah yang terlibat diwajibkan merancang rencana aksi yang meliputi kebersihan, pengelolaan sampah, menjaga keanekaragaman hayati, serta penghematan energi dan air. Dengan tahapan ini, diharapkan sekolah dapat bertransformasi menjadi lebih peduli lingkungan.
[Red]












