Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membeberkan bahwa kecurangan terjadi pada Pemilu 2009 silam.
Dia mengatakan adanya upaya mencurangi Pemilu 2009 secara masif. Menurutnya, Demokrat mengalami kenaikan elektoral hingga 300 persen yang dianggap tak normal.
“Ini adalah kecurangan masif. Jadi parpol pada saat itu cenderung bertransformasi menjadi partai elektoral, fungsi parpol direduksi hanya menjadi mesin pemenangan pemilu. Di Indonesia terjadi global reproduction of American politic, melalui liberalisasi politik dan ekonomi pascakrisis moneter tahun 1997. Partai Demokrat adalah contoh terhadap kehadiran partai elektoral tersebut,” kata Hasto saat konferensi pers yang disiarkan secara daring, Minggu (18/9).
“Nah sistem multipartai seperti Indonesia yang sangat kompleks dengan intensitas persaingan yang sangat tinggi, sebenarnya tidak memungkinkan bagi parpol seperti Partai Demokrat untuk mengalami kenaikan 300 persen pada Pemilu 2009 lalu. Ini adalah suatu anomali di dalam pemilu,” sambungnya.
Sebut PDIP Korban Penjegalan
Selain itu, Hasto mengungkapkan, PDI Perjuangan menjadi korban penjegalan pada pelaksanaan Pemilu 2009.
Pada saat itu, PDIP telah menyetujui kerja sama politik dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun sayangnya partai berlambang kepala banteng itu dijegal, sehingga PDI Perjuangan memutuskan koalisi dengan Gerindra.
“(Tahun) 2009 sebenarnya elite PDI Perjuangan dengan PPP, dengan Pak Suryadharma Ali sebenarnya sudah merencanakan kerja sama, sehingga kita bisa memenuhi syarat PT tapi di putaran terakhir ada penjegalan sehingga pada akhirnya PDI Perjuangan bekerja sama dengan Gerindra,” kata Hasto.












