Singgung Kasus Harun Masiku
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan peningkatan suara Demokrat pada 2009 karena masyarakat merasakan manfaat pemerintahan SBY.
“Rakyat miskin semakin sedikit. Pengangguran semakin sedikit. Gaji PNS termasuk guru dan TNI Polri hampir tiap tahun meningkat. Daya beli masyarakat tinggi. Pendapatan per kapita meningkat drastis. Dan, keuangan negara stabil. Bahkan utang minim. Pembangunan infrastruktur juga berjalan dengan baik,” kata Herzaky, kepada wartawan, Minggu (18/9).
“Hubungan antarumat beragama dan antarsuku bangsa juga sangat baik dan rukun. Tidak ada polarisasi antaranak bangsa. Oposisi, masyarakat sipil, dan mahasiswa bebas mengkritik tanpa takut diintimidasi, apalagi dikriminalisasi. Ya makanya wajar saja, suara Demokrat tahun 2009 meningkat drastis,” tambahnya.
Terkait DPT pada 2009 yang disebut dimanipulasi, Herzaky dengan tegas menepis isu tersebut. Dia pun menyinggung soal kasus suap yang menjerat salah satu petinggi PDI Perjuangan yakni Harun Masiku.
“Lagi pula, publik kan tahu kalau di pemilu 2019 lalu, ada komisioner KPU yang ditangkap karena kasus suap. Kan, salah satu pelakunya kader partainya Bang Hasto, Harun Masiku, yang sudah buron 1000 hari lebih. Tidak ada cerita seperti itu di Pemilu 2009,” tegas Herzaky.
Dia pun menjelaskan perihal pidato SBY yang bermaksud hanya mengingatkan agar aspirasi rakyat janganlah dihalang-halangi. Rakyat menginginkan lebih dari dua pasangan calon yang berlaga di 2024.












