Sementara pemerintah Suriah dan tim penyelamat di wilayah barat laut yang dikuasai pemberontak mengatakan gempa menewaskan 1.444 orang dan melukai sekitar 3,500 orang di negara itu.
Koneksi internet yang buruk dan jalanan yang rusak antara kota yang terdampak di Turki mempersulit upaya menilai dan mengatasi dampak gempa. Suhu udara di beberapa daerah juga jatuh hingga titik membekukan, mempersulit kondisi orang-orang yang terperangkap di bawah puing-puing bangunan yang ambruk atau orang-orang yang kehilangan rumah.
Pada Senin (6/2/2023) kemarin hujan turun setelah badai salju menyelimuti Turki akhir pekan lalu. Gempa melukai 13 ribu orang lebih di negara itu.
Di Kota Iskenderun, Turki, tim penyelamat memanjat tumpukan besar puing-puing yang sebelumnya bagian dari ruang unit gawat darurat rumah sakit pemerintah. Mereka berusaha mencari penyintas. Tenaga medis berusaha sebisa mereka untuk merawat korban luka.
“Kami memiliki pasien yang dibawa untuk dioperasi tapi kami tidak tahu apa yang terjadi,” kata seorang perempuan bernama Tulin di depan rumah sakit, sambil menghapus air mata dan terus memanjatkan doa.
Presiden Turki Tayyip Erdogan yang akan menghadapi pemilu sulit pada bulan Mei mendatang menyebut gempa bumi ini bencana historis dan terburuk yang pernah terjadi di negara itu sejak 1939. Tapi pemerintah berusaha sebaik mungkin.
“Semua orang menyerahkan hati dan jiwanya dalam upaya penyelamatan meski musim dingin, cuaca dingin dan gempa bumi terjadi di malam hari sehingga semakin menyulitkan,” katanya.












