Scroll untuk baca artikel
Nasional

“Kami Minta Siapapun yang Jadi Presiden, Rakyat Bisa Makan Tiga Kali Sehari”

×

“Kami Minta Siapapun yang Jadi Presiden, Rakyat Bisa Makan Tiga Kali Sehari”

Sebarkan artikel ini
antrean beli bensin di sri lanka. ©Reuters

Tetapi jalan-jalan di sekitar pasar itu hampir lengang. Pettah merupakan pasar paling penting di Sri Lanka, yang terletak tepat di belakang pelabuhan Kolombo.

Lengangnya pasar ini menjadi indikasi kegagalan Sri Lanka, yang dihantam melambungnya harga kebutuhan pokok, meningkatnya pengangguran, kemiskinan dan kelaparan.

Table of Contents

Di seberang asar, MT Niyas (55) meminum cangkir kedua kopinya hari itu di Lucky Cool Spot, sebuah kafe yang menjual roti, minuman hangat, dan rokok untuk para buruh pasar.

Tubuhnya yang liat terbakar matahari berlumur tepung dari kepala sampai kaki. Upah hariannya memanggul tepung kini dipotong lebih dari setengah, hanya 2.500 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp 100.000 karena truk berhenti datang, sementara tarif bus berlipat ganda menjadi 70 rupee.

“Saya bekerja di sini sejak 1981 dan ini hal terburuk yang pernah terjadi,” ujarnya.

“Baguslah presiden yang lama mundur. Kami hanya minta siapapun yang menjadi presiden, kami bisa makan tiga kali sehari. Tidak begitu sulit!”

Salah urus

 

"kami minta siapapun yang jadi presiden, rakyat bisa makan tiga kali sehari"

Afzal Fasehudeen, seorang insinyur konstruksi yang datang ke Pettah untuk membeli daun bawang dan wortel, tidak ragu lagi siapa yang harus disalahkan atas krisis tersebut.

“Seluruh kematian ini disebabkan oleh salah urus besar-besaran dan kurangnya perencanaan yang tepat. Rajapaksa memulai proyek konstruksi di kanan, kiri, dan tengah — itu konyol,” kata Fasehudeen.

Dengan berhentinya sejumlah proyek konstruksi, Fasehudeen mengatakan dia dan banyak temannya yang lulus kuliah dua tahun lalu berencana untuk meninggalkan Sri Lanka.

“Perusahaan saya mungkin akan segera bangkrut. Saya tidak ingin pergi, tetapi jika tidak ada perubahan selama beberapa bulan ke depan, saya akan mencoba mencari pekerjaan di salah satu negara Teluk,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemensos Belum Terima Dana Banso

“Semuanya naik – kecuali pendapatan. Orang-orang marah.”(Merdeka.con)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca