Tradisi Pembaretan dan Penyematan Brevet Yudhawastu Pramuka bukan sekedar seremoni melainkan merupakan simbol pengukuhan dan pengakuan terhadap kemampuan tempur para Prajurit Infanteri. Infanteri dikenal sebagai pasukan terdepan yang memiliki peran vital dalam memenangkan pertempuran di berbagai medan operasi dengan Julukannya Queen of the Battle. Melalui latihan yang aplikatif dan realistis, para prajurit dibekali dengan kemampuan teknis dan taktis baik untuk menghadapi Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dengan mempertimbangkan faktor geografis, cuaca serta tantangan taktis lainnya.
Dalam kesempatan itu, Danpussenif juga menekankan bahwa Korps Infanteri merupakan Korps terbesar di lingkungan TNI AD yang memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI. Prajurit Infanteri selalu berada di garis terdepan dan pantang untuk mundur. Sejarah perjuangan bangsa telah mencatat peran besar Prajurit Infanteri dalam berbagai keberhasilan operasi tempur yang menentukan arah perjuangan bangsa.
Danpussenif pun mengajak seluruh prajurit muda untuk terus menjaga dan mengembangkan semangat Yudhawastu Pramuka dalam setiap penugasan dan pengabdian kepada Nusa dan Bangsa. Ia mengingatkan pentingnya memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas. Ia juga menekankan agar setiap prajurit selalu menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman utama dalam bersikap dan bertindak serta tidak pernah melupakan jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.












