Scroll untuk baca artikel
Narkoba

Kasus Anak Dipaksa Setubuhi Kucing, Membongkar Akar Masalah Perundungan

×

Kasus Anak Dipaksa Setubuhi Kucing, Membongkar Akar Masalah Perundungan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi kekerasan anak. ©shutterstock.com

Oleh karena itu, ia menyebut bahwa para orang tua dan pendidik di sekolah lebih sensitif saat melihat perilaku anak, baik di lingkungan sekolah, rumah dan tempat bermain mereka.

“Guru sebagai pendidik harus peka saat melihat anak didiknya. Saat ada yang pendiam, didekati, dicari permasalahannya apa. Atau ada kelompok yang di depan guru suka iseng-iseng, harus diluruskan dan jangan dibiarkan, lakukan pendekatan dengan cara yang baik. Tapi persoalan ini bukan tanggung jawab guru dan orang tua saja, semua harus berperan, temu cepat lapor cepat agar ditangani dengan cepat juga,” sebutnya.

Table of Contents

Hayat memastikan bahwa setiap aksi perundungan pasti ada pencetusnya. Dan bila melihat kasus yang terjadi di Tasikmalaya, kemungkinan kejadian tersebut sudah berlangsung lama. “Bisa dicek ke orang yang masih hidup, karena posisi korban yang sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Dia mengungkapkan bahwa dari posisi depresi sampai meninggal dunia, tidak mungkin berlangsung dengan cepat, namun ada proses dan gejalanya. “Paling tidak, dua minggu ada terlihat gejala depresi,” ungkapnya.

Depresi seorang anak, menurutnya bisa diperparah dengan tidak adanya dukungan dari orang tua sehingga memperberat kondisinya. Dan hal tersebut bisa dipicu karena beberapa persoalan.

Idealnya, menurut Hayat, saat orang tua melihat tanda-tanda depresi dari anaknya seharusnya langsung melakukan pendampingan. “Saat anaknya tidak mau makan, tidak mau ngomong, ingin menyendiri, intinya ada perubahan perilaku dari yang tadinya ceria, orang tua harus cepat tanggap dan proaktif, jangan dibiarkan dan atau memperberat kondisinya dengan memarahi,” paparnya.

Namun walau begitu, apa yang dilakukan oleh para orang tua tergantung pada kondisi wawasannya. “Karena ada juga saat melihat perubahan itu, orang tua itu menganggapnya hal biasa. Tapi kalau bingung harus dibawa ke mana saat melihat perubahan perilaku pada anak, bawa saja ke dokter, ceritakan apa yang terjadi, nanti pasti akan diarahkan apakah ke psikiater atau ke dokter jiwa dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Sukses! Polres Aceh Tamiang Amankan 10 Kg Sabu dalam Razia

Adapun untuk para pelaku perundungan, karena kemungkinan ada pencetusnya, maka beberapa anak ada kemungkinan hanya ikut-ikutan saja. Oleh karenanya, yang harus dilakukan adalah mengkomunikasikan dengan orang tua masing-masing anak dengan guru dan wali kelasnya.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca