Reza mengaku kala itu ia hanya mendengar cerita tentang Peggy. “Ada ustadzah rajin berdakwah, cinta sunah,” ujarnya seraya menambahkan mereka hanya saling mendengar cerita berharap ketemu sekedar kolaborasi dakwah.
Tahun 2022 silam Reza mendapatkan ujian, istrinya meninggal dunia dan Reza pun menduda. Kemudian, baru-baru ini, Reza menghubungi Peggy melalui pesan WhatsApp dan menyampaikan tujuannya untuk bertaaruf dan menikahi Peggy.
“Komunikasi pertama tidak lewat perantara apa pun. Dia representasikan dirinya untuk kontak ke teteh (Peggy-red). Dengan kalimat sangat simpel,” ungkap Peggy.
Di tahap awal, Reza sudah memberi tahu informasi mengenai profil dirinya dan pekerjaan serta kesibukannya. Reza pun menyampaikan niatnya untuk bertaaruf dan ingin memiliki pendamping yang solehah.
Di awali komunikasi, Reza langsung mengatakan tujuan dan niatnya pada Peggy. “Dia menyampaikan ini bukan untuk berlama-lama, secara syariat kita belum sah, tidak bisa komunikasi panjang-panjang. Tidak ada video call. Hanya lewat WA,” ujar Peggy yang kemudian juga merespon dan menyampaikan profilnya kepada Reza.
Setelah itu, ada diskusi pendek di antara keduanya tentang kesepahaman membangun rumah tangga di muka bumi ini, diatas sunah dan Alquran serta menyamakan visi misinya.
“Visi misi rumah tangga adalah wahana dakwah. Rumah tangga kendaraan dakwah. Rumah tangga dimana tempat menciptakan generasi penerus rumah tangga Islam,” papar Peggy.
Akhir dari pembicaraan singkat itu dalam Islam mereka diberi Allah kesempatan untuk istikharah. Peggy kemudian melakukan istikharah.












