Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kisruh Chiki Ngebul, Pedagang tak Direkomendasikan Pakai Nitrogen Cair

70
×

Kisruh Chiki Ngebul, Pedagang tak Direkomendasikan Pakai Nitrogen Cair

Sebarkan artikel ini
Jajanan chiki ngebul di sebuah pusat perbelanjaan Kota Bogor. Kemenkes tak merekomendasikan pedagang untuk gunakan nitrogen cair soal chiki ngebul.

LM – JAKARTA — Kementerian Kesehatan mencatat, sejak kasus pertama ditemukan pada Juni 2022 hingga 12 Januari 2023, ada 25 anak dilaporkan mengalami keracunan pangan akibat konsumsi chiki ngebul. Sepuluh anak bergejala, sisanya tidak bergejala. Mayoritas pasien sudah sembuh dan telah beraktivitas seperti sedia kala.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr Anas Ma’ruf mengatakan, agar kasus keracunan pangan akibat konsumsi ciki ngebul tidak semakin luas, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi atas kejadian tersebut. Pertama, meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji yang diteken pada 6 Januari 2023.

Table of Contents

Dalam SE disebutkan, Kemenkes meminta pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat meningkatkan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha yang menggunakan nitrogen cair maupun masyarakat akan bahaya penambahan dan konsumsi nitrogen cair pada makanan siap saji.

Pengawasan dan pembinaan, kata dr Anas dilakukan dengan mewajibkan restoran yang menggunakan nitrogen cair pada produk pangan saji untuk memberikan informasi cara konsumsi yang aman pada konsumen. Khusus bagi pedagang keliling, untuk saat ini tidak direkomendasikan menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang dijual.

“Kepada pelaku usaha yang keliling, atau pasar malam, tidak kita rekomendasikan menggunakan nitrogen cair mengingat ada beberapa kasus yang dilaporkan akibat konsumsi ciki ngebul,” terang dr Anas dalam keterangan Ahad (15/1/2023).

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca