Ambulans yang terparkir membawa jenazah yang terbungkus. Pekerja rumah duka yang menggunakan setelan hazmat mengambil jenazah itu dari ambulans, kemudian dipindahkan ke ruang persiapan untuk menunggu kremasi. Tiga dari banyak cerobong asap mengepul terus menerus. Beberapa meter dari krematorium, di rumah duka, wartawan Reuters melihat sekitar 20 kantong jenazah berwarna kuning berisi jenazah di yang diletakkan di lantai. Namun reuters tidak dapat memastikan apakah jenazah itu meninggal karena Covid-19.
Operator keamanan parkir dan pemilik toko guci di gedung rumah duka, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan kepada Reuters, jumlah kematian berada di atas rata-rata pada periode ini. Jumlah kematian kali ini ebih banyak dibandingkan dengan periode sebelum pencabutan pembatasan pandemi. Para pekerja yang sakit juga memengaruhi staf di sekitar rumah duka khusus Covid-19 di Beijing.
“Kami memiliki lebih sedikit mobil dan pekerja sekarang,” kata seorang staf di Rumah Duka Miyun kepada Reuters tanpa menyebut nama, sembari menambahkan bahwa ada tumpukan permintaan untuk layanan kremasi. (Republika.co.id)












