Keikutsertaan itu juga menjadi debut Indonesia di ajang Piala Dunia sepak bola mini. Karena itu, persiapan tim nasional tidak hanya menyangkut kemampuan individu pemain, tetapi juga pematangan taktik, kekompakan tim, dan adaptasi terhadap karakter permainan lawan dari berbagai negara.
KSMI sebelumnya menjadwalkan pemusatan latihan nasional di Jakarta mulai 25 Oktober. Pemain yang mengikuti seleksi berasal dari sejumlah daerah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Program tersebut diarahkan untuk mematangkan teknik, strategi, serta kerja sama antarpemain sebelum berlaga di Antalya.
Dalam konteks itu, pertandingan persahabatan dengan Turki berpotensi menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman internasional pemain Indonesia. Jika terealisasi, laga tersebut dapat dimanfaatkan untuk menguji penerapan strategi, mengevaluasi kelemahan tim, sekaligus memperkaya pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Lebih jauh, komunikasi antara KSMI dan perwakilan Turki membuka peluang kerja sama yang tidak terbatas pada satu pertandingan. Hubungan antarpengurus, pertukaran pengalaman pengembangan olahraga, serta peluang pertandingan pada masa mendatang dapat menjadi bagian dari agenda yang dijajaki, sepanjang mendapat persetujuan kedua pihak.
Namun, bagi KSMI, tantangan mendesak tetaplah memastikan kesiapan tim nasional menghadapi turnamen dunia. Debut di Antalya menjadi kesempatan untuk menilai hasil seleksi dan pembinaan, sekaligus memetakan kebutuhan pengembangan sepak bola mini Indonesia agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.












