Scroll untuk baca artikel
Nasional

Mantan Diplomat AS Sarankan Biden Setop Bantuan Militer ke Israel

71
×

Mantan Diplomat AS Sarankan Biden Setop Bantuan Militer ke Israel

Sebarkan artikel ini
PM Israel, Benjamin Netanyahu. Pemerintahan Israel yang baru didominasi oleh elemen ekstremis yang semakin mengancam situasi di wilayah penduduka Tepi Barat.

Kurtzer dan Miller mendesak pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk menetapkan persyaratan kepada Israel. Termasuk menolak berurusan dengan Ben-Gvir, Smotrich atau kementerian mereka. Kurtzer dan Miller adalah orang Yahudi Amerika. Mereka telah bekerja dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Dalam artikel itu, Kurtzer dan Miller menekankan kepada pemerintahan Biden agar tidak mengabaikan Palestina. Mereka mengatakan, upaya harus fokus pada dorongan pemilihan yang demokratis dan memenangkan. Karena koalisi ekstremis Israel yang baru dapat memicu kekerasan lebih lanjut antara pemukim Yahudi dan Palestina.

Table of Contents

Kedua mantan diplomat mengatakan, kurangnya dukungan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan terhadap penderitaan warga Palestina akan merusak hubungan mereka dengan Israel, dan kredibilitas dalam memajukan tujuan regional lainnya dengan Amerika Serikat. Pada 2020 lalu, Israel menormalkan hubungan dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan di bawah perjanjian Abraham Accord, yang diinisiasi oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Pemerintahan Biden meminta Netanyahu untuk menjauh dan tidak bekerja sama dengan ekstremis sayap kanan. Biden menyarankan agar Netanyahu hanya menunjuk menteri yang dapat bekerja sama dengan Washington. Namun Netanyahu mengabaikan seruan Washington.Departemen Luar Negeri AS mengutuk  Ben-Gvir yang menghadiri peringatan mendiang politikus sayap kanan Israel dan pemimpin teroris, Rabi Meir Kahane.

Pada September, Senator Robert Menendez telah memperingatka  Netanyahu bahwa, kemitraannya dengan seorang pemimpin ekstremis dapat menghancurkan dukungan AS untuk Israel. Menurut Layanan Riset Kongres, AS dilaporkan telah memberikan bantuan bilateral dan pendanaan pertahanan rudal kepada Israel senilai 150 miliar dolar AS. Pemerintahan Biden telah meminta anggaran sebesar 3,3 miliar dolar AS untuk pembiayaan militer asing bagi Israel pada tahun anggaran 2022.(Republika.co.id)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca