Scroll untuk baca artikel
Berita Dunia

Manuskrip Al-Qur’an Berusia 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi

×

Manuskrip Al-Qur’an Berusia 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi

Sebarkan artikel ini

Manuskrip Teungku Chik Lampaloh sebelumnya juga menjadi objek kajian tim peneliti UIN Ar-Raniry dan Al-Azhar University. Kajian tersebut menelusuri bagian parateks manuskrip, seperti catatan pinggir, kolofon, anotasi, dan keterangan lainnya.

Bagian-bagian tersebut dapat memberikan informasi mengenai praktik keilmuan, transmisi pengetahuan, jaringan ulama, hingga kondisi sosial-keagamaan ketika manuskrip tersebut ditulis.

Dalam konferensi I-LISS 2026, Nurrahmi menampilkan kondisi dan isi manuskrip melalui sebuah video. Dokumentasi tersebut memuat penjelasan Masykur SHum, Direktur Pedir Museum Aceh, serta Abdullah Maulani MHum dari DREAMSEA.

Presentasi tersebut juga memperlihatkan prototipe rumah digital yang dirancang untuk menyimpan lembaran manuskrip yang telah didigitalisasi.

Masykur terlibat dalam dokumentasi dan pengenalan manuskrip kepada publik melalui Pedir Museum. Sementara itu, Abdullah Maulani memberikan perspektif berdasarkan pengalaman dokumentasi manuskrip melalui DREAMSEA.

Sekretaris Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Dr Zubaidah MEd, turut mendampingi Nurrahmi dalam konferensi tersebut.

Presentasi penelitian itu mendapat apresiasi dari President I-LISS, Prof Namtip Wipawin, serta perhatian peserta konferensi.
*Dua peneliti UIN Ar-Raniry lainnya*

I-LISS 2026 diselenggarakan Faculty of Information Science, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Selangor Branch, Puncak Perdana Campus, bekerja sama dengan Jabatan Perpustakaan UiTM dan International Library and Information Science Society.
Konferensi bertema Thriving Through Transformation: Innovative, Digital, and AI-Driven Futures for Librarianship tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pustakawan, pendidik, dan profesional bidang ilmu perpustakaan dan informasi dari berbagai negara.