Selain Nurrahmi, dua peneliti UIN Ar-Raniry, yakni Nazaruddin MLIS PhD dan Mukhtaruddin MLIS, juga menjadi presenter dalam forum tersebut.
Nazaruddin mempresentasikan penelitian berjudul “From HI to AI: Repositioning Libraries in the Evolution of Human and Artificial Intelligence.”
Penelitian tersebut membahas perkembangan sistem temu kembali informasi (information retrieval) dari era yang bertumpu pada kecerdasan manusia (Human Intelligence/HI) menuju era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Dalam paparannya, Nazaruddin membandingkan karakteristik perpustakaan pada era Dewey Decimal Classification (DDC) dengan perkembangan perpustakaan pada era AI.
Pada era DDC, pengelolaan dan temu kembali informasi banyak mengandalkan sistem klasifikasi, penomoran manual, katalog kartu fisik, pencarian koleksi secara langsung di rak, serta interaksi tatap muka antara pengguna dan pustakawan.
Sementara pada era AI, perpustakaan berkembang menuju ekosistem informasi yang terintegrasi melalui katalog digital atau Online Public Access Catalog (OPAC), jejaring global, rekomendasi berbasis AI, pencarian semantik, analisis data pengguna, serta integrasi dan anotasi digital katalog.
Menurut Nazaruddin, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi menuju AI tidak terjadi secara tiba-tiba. Jauh sebelum teknologi AI berkembang seperti sekarang, perpustakaan telah mengembangkan sistem pengorganisasian pengetahuan dan mekanisme temu kembali informasi yang menjadi salah satu fondasi perkembangan informasi cerdas.










