Masyarakat Bisa Rayakan Idul Adha, Ini Syaratnya

Pemotongan hewan kurban. ©2016 merdeka.com/arie basuki

LM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengutarakan, pemerintah tak ingin terlalu mengekang gerak masyarakat di tengah momen pemulihan ekonomi. Salah satunya perayaan Idul Adha.

“Untuk momen Idul Adha, karena momentum pergerakan ekonominya lagi jalan, pak Airlangga lagi semangat. Kita lihat kenaikan kasusnya semakin terkendali,” kata Budi di Jakarta, Senin (4/7).

Salah satu relaksasi kebijakan yang diberikan, pelonggaran pemakaian masker di luar ruangan. Kendati begitu, dia tetap meminta masyarakat tetap waspada penyebaran virus, salah satunya dengan mendapat vaksin dosis ketiga.
“Kalau di luar boleh buka (masker), asal kalau kerumunan dipakai. Kemudian cepet booster, itu insya Allah merupakan respon yang cukup untuk Idul Adha dengan normal,” tuturnya.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan untuk penyelenggara kegiatan yang mengundang keramaian. Dalam surat edaran tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pengusung yang datang wajib telah mendapatkan vaksin tambahan.

“Satgas telah mengeluarkan surat edaran untuk kegiatan keramaian itu wajib dosis ketiga. Jadi ini dikaitkan dengan izin keramaian,” kata Airlangga dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/7).

Dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat berkunjung ke berbagai tempat. Sebab berdasarkan laporan, beberapa tempat sudah mulai mengabaikan penggunaan aplikasi tersebut.

“Presiden ingatkan penggunaan Peduli Lindungi di berbagai tempat untuk terus diperketat dan tidak boleh kendor, beberapa tempat agak kendor, ini harus ditingkatkan lagi,” kata dia.(Merdeka.com)

Loading

Redaksi2
Author: Redaksi2