Scroll untuk baca artikel
Nasional

Mengejutkan, Terjadi Ledakan Transgender Anak di Barat

103
×

Mengejutkan, Terjadi Ledakan Transgender Anak di Barat

Sebarkan artikel ini

Sementara operasi pergantian kelamin dilakukan pada 282 anak/remaja pada 2021. Jumlah tindakan ini mengalami kenaikan stabil sejak 2019 (238 operasi) dan 2020 (256 operasi). Kenaikan ini disertai melonjaknya juga klinik layanan pergantian gender bagi anak di AS yang kini mencapai lebih dari 100 unit dari nol pada 15 tahun lalu.

Persoalannya kemudian, sejauh ini belum ada hasil uji saintifik soal bagaimana dampak prosedur-prosedur tersebut bagi masa depan penggunanya. Sebagian dokter meyakini, penghambat pubertas pada anak lelaki bisa menghambat juga perkembangan tulang dan otak.

Table of Contents

Sementara studi yang dilakukan Cechilia Dhejne dkk di Swedia menunjukkan bahwa prosedur pergantian kelamin secara signifikan meningkatkan risiko kematian, tindakan bunuh diri, hingga morbiditas psikiatri.

Sejauh ini, obat penghambat pubertas dan juga suntikan hormon belum mendapatkan persetujuan Administrasi Obat-obatan dan Makanan AS (FDA) untuk layanan gender anak. Pada 2016, FDA mewajibkan produsen penghambat pubertas untuk menyertakan peringatan terkait masalah psikiatrik. Hal ini setelah lembaga itu menerima laporan soal tendensi bunuh diri pada anak-anak yang diberi obat itu.

Belum ada juga studi soal berapa banyak anak/remaja yang tetap merasa puas dengan keputusan perubahan gender. Hal ini signifikan karena sejumlah pegiat layanan gender sendiri menilai banyak kasus keinginan mengubah gender pada anak-anak sebenarnya hanya sementara saja.

Seiring penelaahan lanjutan, banyak aduan disforia gender ternyata berasal dari gangguan psikologis lainnya. Diantaranya tren gender cair yang masih bisa berubah-ubah serta masalah mental lainnya yang dipicu trauma tertentu.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca