Menghadapi fenomena itu, Dr El-Tobgui menekankan perlunya menanamkan norma-norma Islam di keluarga Muslim. Selain itu, umat Islam perlu menjauhkan diri dari perangkap sempit identitas seksual. “Perlu dicatat bahwa Islam tak mengkategorisasikan manusia berdasarkan syahwat seksualnya,” ujarnya. Adalah tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang dikenai hukuman haram dan halal.
Menurut Dr El-Tobgui, perasaan suka sesama jenis atau disforia gender adalah kenyataan yang tak bisa dipadamkan begitu saja, apalagi dengan kekerasan. Penting memberikan pendampingan emosional dan spiritual bagi mereka-mereka yang menunjukkan kecenderungan tersebut. Menurutnya, mereka-mereka yang memiliki kecenderungan tersebut namun menahan diri dari menunjukkannya, tak mengkampanyekannya, dan terutama menolak menuruti syahwat dengan melanggar aturan agama, harus dipandang sebagai pihak-pihak yang tengah melakukan jihad.(Republika.co.id)












