Pangeran Faisal menambahkan dia berterima kasih kepada Uni Eropa atas upaya dan komitmennya terhadap proses perdamaian dan hak-hak warga Palestina. Kementerian luar negeri Saudi juga mengeluarkan pernyataan menegaskan kembali penolakan Kerajaan terhadap rencana pemukiman sambil menggarisbawahi pentingnya komitmen otoritas Israel terhadap resolusi internasional dan tidak mengambil tindakan sepihak yang akan merusak peluang untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.
Konferensi pers juga membahas gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah dan menyebabkan lebih dari 35 ribu orang tewas. Gempa tersebut menyebabkan kehancuran besar di kedua negara dan mendorong dukungan dan bantuan internasional dikirim ke daerah yang dilanda gempa.
Kerajaan telah mengirim beberapa tim penyelamat ke daerah yang dilanda gempa setelah Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) Arab Saudi meluncurkan program bantuannya minggu lalu.
“Tragedi di Turki dan Suriah ini sangat besar dan layak mendapat tanggapan yang memadai, dan Kerajaan telah menanggapinya dengan mengirimkan bantuan dan tim bantuan ke Suriah dan Turki,” kata Pangeran Faisal.
“Kami membahas dalam pertemuan bilateral kami fakta bahwa bantuan mutlak diperlukan untuk mencapai seluruh bagian Turki, tetapi tentu saja juga Suriah dan bahwa kami memastikan bahwa penderitaan kemanusiaan dan beban kemanusiaan yang sangat besar yang sekarang ditanggung oleh rakyat Suriah adalah diangkat. Oleh karena itu, kami mendukung penuh pengiriman bantuan ke seluruh wilayah Suriah,” ujarnya.(Republika.co.id)








