Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Messi yang Abadi

86
×

Messi yang Abadi

Sebarkan artikel ini
Lionel Messi dari Argentina merayakan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan sepak bola final Piala Dunia antara Argentina dan Prancis di Stadion Lusail di Lusail, Qatar, Ahad (18/12/2022).

Hebatnya, walau laga penuh drama yang membuat nyaris seluruh pemain pucat pasi, ekspresi Messi tampak konsisten. Tidak ada suatu yang berlebihan. Padahal Messi ibarat seorang yang sedang bermain sambil mempertaruhkan segala hal yang dimilikinya. Pertaruhan yang bisa membuat dia terbang ke langit tertinggi atau jatuh ke dasar jurang.

Di sinilah kualitas sejati Messi terlihat. Kekuatan yang terletak di mental dan kepercayaan diri.

Table of Contents

Mental Messi yang luar biasa sudah diasah sejak laga pertama putaran grup Piala Dunia 2022. Awalnya, semua mengira Messi hanya akan menjadi turis singkat di Qatar. Ini setelah Argentina kalah 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka.

Saat itu, semua mem-bully Messi yang dinilai tak berdaya menghadapi tim sekelas Arab. Tapi lagi-lagi, sepak bola memberi pelajaran moral penting. Semua belum berakhir sampai benar-benar berakhir.

Messi memang punya riwayat mampu bangkit dari situasi sulit. Dimulai dari kebangkitan Messi melawan kelainan hormon yang membuatnya mesti menjalani suntik hormon sejak usia 11 tahun. Messi pun bisa melawan home sick-nya ketika tinggal puluhan ribu kilometer dari keluarga saat usianya masih 12 tahun. Tantangan sulit sejak kecil itulah yang membentuk karakter petarung di diri Messi.

Bagi Messi perjuangan sudah menjadi seni dalam hidupnya. Dan sebagai seorang seniman, Messi tak sekadar memikirkan mimpi di kepala tapi menuangkannya. Ibarat pelukis yang menuangkan tinta kehebatan di atas lapangan hijau. “Kamu harus berjuang untuk mewujudkan mimpimu. Mesti berkorban dan bekerja keras untuk mimpi itu,” ujar Messi ketika diwawancarai salah satu stasiun televisi.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca