Para kritikus bersikeras, penggerebekan adalah bagian dari praktik negara apartheid. Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Aviv Kochavi memperingatkan bahwa aktivitas militer akan diintensifkan jika dianggap perlu.
“Tujuan kami adalah melindungi warga Israel, dan misi kami adalah untuk menggagalkan terorisme. Kami akan menjangkau setiap kota, lingkungan, gang, rumah atau ruang bawah tanah untuk tujuan itu,” kata Kochavi.
Dilansir Middle East Monitor, Jumat (30/9/2022), drone bersenjata banyak digunakan selama serangan terbaru Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Salah satunya dalam serangan militer yang berlangsung pada 5-8 Agustus. Serangan ini menewaskan 49 warga Palestina, termasuk 17 anak-anak dan empat wanita. Sementara 360 lainnya terluka.
Perdana Menteri Israel Yair Lapid pada Rabu (7/9/2022) menolak seruan Amerika Serikat (AS) untuk meninjau kembali aturan operasi militer Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Seruan ini menyusul penembakan yang menewaskan jurnalis veteran Palestina Shireen Abu Akleh oleh militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat pada Mei lalu.
“Tidak ada yang akan mendikte kebijakan tembakan terbuka kami, ketika kami berjuang untuk hidup. Tentara kami mendapat dukungan penuh dari pemerintah Israel dan rakyat Israel,” kata Lapid.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, mereka akan menekan Israel untuk meninjau kebijakannya setelah kematian Abu Akleh.
Amerika Serikat dan Israel secara terpisah menyimpulkan bahwa, Abu Akleh kemungkinan ditembak oleh tentara Israel secara tidak sengaja selama baku tembak dengan warga Palestina. Kendati demikian, rekaman video menunjukkan tidak ada militan atau bentrokan di sekitarnya pada saat itu.












