Berbagai pihak termasuk Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk keras aksi pembakaran salinan Alquran oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras. Kemlu menyebut tindakan itu telah melukai dan menodai toleransi umat beragama.
Selain itu, Majelis Ulama Indonesia Pusat pun mengecam keras dan sangat menyesalkan kasus pembakaran Alquran di depan kantor kedubes Turki di Swedia. “Ini bukan saja tindakan yang sangat memalukan, akan tetapi juga tindakan yang sudah keterlaluan dan tidak beradab. Paludan dan kelompok ekstrem ini adalah kelompok uncivilized, tak beradab dan menjadi musuh bagi semua orang yang berpikiran sehat,” ungkap Ketua MUI Bidang Hublu dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim. (Republika.co.id)












