“Tugas ini bukan sekadar penugasan rutin, melainkan sejarah baru dan kebanggaan bagi Yonif 117/KSatria Yudha. Saatnya kalian membuktikan jati diri sebagai prajurit tangguh, disiplin, dan profesional,” tegas Pangdam.
Beliau menekankan pentingnya latihan tempur, disiplin, dan pembinaan mental, fisik, serta moral keprajuritan untuk menghadapi tugas di daerah operasi. Pangdam juga mengajak prajurit meneladani semangat pahlawan Aceh, seperti Sultan Iskandar Muda, Cut Nyak Dhien, dan Teuku Umar.
Kegiatan diakhiri dengan yel-yel penyemangat yang menggema, menandai kesiapan Yonif 117/KSatria Yudha menjalankan amanah negara.***












