Dalam penjelasannya, Pangdam juga menegaskan bahwa pelaksanaan kebijakan ini tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan sejarah panjang Aceh yang sarat nilai-nilai perjuangan dan perdamaian. Pendekatan yang dilakukan, menurutnya, akan selalu mengedepankan prinsip persuasif, transparan, dan inklusif agar tidak menimbulkan kegelisahan sosial, melainkan diterima sebagai bagian dari proses pemajuan daerah secara bersama-sama.
Ketua Umum PW SEMMI Aceh, Teuku Wariza Arismunandar, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan Program Kodam Iskandar Muda. Ia meyakini bahwa Program Kodam Iskandar Muda membawa dampak positif dalam berbagai sektor, termasuk sebagai stimulus ekonomi lokal, serta memperluas akses pendidikan bela negara bagi pemuda-pemudi Aceh. SEMMI melihat adanya potensi besar untuk menjadikan kebijakan ini sebagai momentum memperkuat pemberdayaan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas kader muda di daerah.
Selain menyatakan dukungan, SEMMI Aceh juga menyampaikan harapan agar Pangdam IM dapat memberikan penjelasan langsung mengenai tujuan, mekanisme, Program Kodam Iskandar Muda sebagai bekal informasi dalam menyampaikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat yang masih menyimpan keraguan. SEMMI menilai pentingnya penyampaian narasi kebijakan secara objektif dan edukatif untuk mencegah polarisasi persepsi di kalangan pemuda.
Teuku Wariza menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif seperti diskusi publik, seminar, dan kampanye sosial yang bertujuan memperkuat rasa percaya masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah, khususnya di bidang pertahanan dan pembangunan.












