LM – Pasien dan keluarganya dari berbagai daerah di Aceh memilih tidak mudik dan tetap tinggal di Rumah Singgah Blood For Life Foundation (BFLF) Banda Aceh selama Meugang dan Idul Adha 1446 Hijriah. Mereka masih menjalani pengobatan intensif di RSUD Zainoel Abidin dan memerlukan tempat tinggal sementara yang aman dan nyaman di ibu kota provinsi.
Selama hari besar keagamaan itu, BFLF tetap membuka layanan rumah singgah gratis yang berlokasi di Jalan Kepiting No. 5, Banda Baru, Kota Banda Aceh. Selain itu, satu unit Rumah Singgah Bersama yang dikelola BFLF di Jalan Arifin Ahmad II, Ie Masen Kayee Adang, juga tetap beroperasi.
“Meskipun hari raya, orang sakit tetap membutuhkan pengobatan,” kata Ketua Yayasan BFLF Indonesia, Michael Octaviano, Rabu, 4 Juni 2025.
Michael menegaskan, rumah singgah tetap melayani pasien selama 24 jam, termasuk saat hari besar seperti Idul Adha. Menurutnya, sebagian besar pasien di rumah singgah membutuhkan kontrol medis secara berkala di RSUDZA dan tidak memungkinkan untuk pulang kampung.
Saat ini, Rumah Singgah BFLF menampung 9 pasien bersama 15 pendamping dan dibantu lima orang pengurus yang siaga. Mereka berasal dari berbagai kabupaten di Aceh, seperti Aceh Utara, Aceh Barat, Simeulue, Bireuen, hingga Aceh Singkil.
“Kami juga membuka kesempatan bagi pasien dari daerah lain yang membutuhkan tempat tinggal untuk berobat di Banda Aceh, meskipun hari raya,” tambahnya.
Michael juga mengajak masyarakat Aceh untuk hadir berbagi kebahagiaan dengan pasien-pasien ini agar mereka tidak merasa sendiri saat Idul Adha.












