LM – Hari ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H/2023 M, di kantor PWI Aceh, Rabu, 25 Oktober 2023.
Salah satu momen yang sangat mencolok adalah pelaksanaan tradisi Peusijuek atau tepung tawar. Tradisi ini melibatkan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Tgk. H. Ameer Hamzah, dan Ustadz H. Masrul Aidi, Lc, MA, Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keu-eung, Aceh Besar. Peusijuek adalah ritual adat yang memberikan nuansa lokal dalam rangkaian acara ini.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Abu Bakar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Aceh Besar, yang mewakili Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM. Turut hadir juga Hendry Ch Bangun, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Sayid Iskandarsyah, Sekjen PWI. Mereka hadir untuk memberikan kontribusi dan dukungan mereka dalam mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan media massa.
Dalam sambutannya, Abu Bakar mengekspresikan apresiasi yang mendalam terhadap peran PWI dan insan pers dalam membantu Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menyebarkan informasi mengenai pembangunan dan perkembangan daerah. Ia menjelaskan bahwa PWI adalah mitra penting pemerintah dalam memastikan informasi tersebut dapat sampai ke seluruh lapisan masyarakat Aceh Besar.
Menurut Abu Bakar, “Teman-teman PWI memiliki peran besar membantu Pemkab Aceh Besar lewat media masing-masing, sehingga informasi pembangunan bisa menyentuh keseluruhan masyarakat Aceh Besar.” Dia berharap bahwa kerjasama yang sudah terjalin dapat terus terjaga dan terus memastikan bahwa semua informasi mengenai Aceh Besar dapat diketahui oleh masyarakat luas.
Kehadiran berbagai tokoh penting dalam acara ini, termasuk tokoh pers, mantan kepala daerah, anggota legislatif, dan perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat, menunjukkan semangat kerjasama yang kuat untuk mendukung pembangunan Aceh Besar.
Dalam era informasi digital dan media sosial, peran pers dalam menjembatani pemerintah dan masyarakat sangat penting. PWI Aceh, sebagai wadah wartawan di Indonesia, telah berperan besar dalam menyediakan platform bagi para jurnalis untuk menyebarkan informasi yang akurat dan terpercaya. Dalam hal ini, mereka membantu Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mencapai tujuan mereka dalam memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat.
Dengan sinergi yang telah terbangun, kerja sama antara pemerintah daerah dan media massa diharapkan terus memperluas pemahaman masyarakat tentang perkembangan Aceh Besar. Dengan semangat kerja sama ini, Aceh Besar memiliki masa depan yang cerah dan penuh harapan.
Acara ini tidak hanya menghadirkan elemen keagamaan dan adat, tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas pers, pemerintah, dan berbagai tokoh penting untuk berkumpul dan berdiskusi mengenai masa depan Aceh Besar.[red]












