Hacker Bjorka kembali menebar data pejabat dan menantang minta ditangkap. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bergerak.
Polemik hacker Bjorka mengalami perkembangan dinamis. Sikap sesumbar Bjorka hari ini mendapat tanggapan dari BSSN yang akan memburunya.
Dihimpun detikINET, Rabu (14/9/2022) inilah perkembangan terbarunya:
Bjorka pada Rabu pagi kembali aktif di Twitter dengan akun barunya. Meskipun mengaku dari Polandia, jam aktifnya di Twitter sama dengan jam aktif orang Indonesia pada umumnya.
Jokowi disindir karena membentuk tim khsus untuk mengatasi kebocoran data. “Apa Anda butuh bantuan saya untuk menyelesaikan masalah ini, Pak?” sindir Bjorka.
Selain itu, sejumlah tokoh dibocorkan data pribadinya di Telegram. Ketua PSSI Mochamad Iriawan diledek dekat dengan bos-bos judi. Menkopolhukam Mahud MD disindir tidak paham soal data penting.
Ketua PKB Muhaimin Iskandar dikecam Bjorka karena dinilai mendompleng nama Bjorka untuk kepentingan Pilpres 2024. Pegiat medsos Permadi Arya pun diledeknya sama seperti Denny Siregar, yaitu pemakan duit rakyat untuk memecah masyarakat.
Data pribadi pejabat dan tokoh yang disebar Bjorka jadi atensi publik. Data itu selalu mencantumkan sertifikat vaksin 1 dan 2.
Akibatnya publik menuding para pejabat yang kena doxing ini belum booster. Padahal, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya punya analisa lain.
Dia menduga Bjorka memakai bocoran data lama aplikasi Peduli Lindungi, kemungkinan dari tahun 2021. Itu sebabnya, para pejabat yang kena doxing rata-rata baru tercatat vaksin pertama dan kedua saja.












