Para pejabat yang kena doxing Bjorka, ramai-ramai membantah. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan jadi korban kebocoran data pribadi oleh Bjorka. Luhut bilang data Bjorka salah karena dia sudah vaksin booster.
Anies Baswedan yang data pribadinya dibuka Bjorka turut merespons. Dia bilang data dirinya yang dibocorkan Bjorka salah alias tidak akurat. NIK dan nomor ponsel menurut Anies tidak sesuai dengan kenyataannya.
Menko Polhukam Mahfud MD juga didoxing oleh Bjorka. Namun dia bersikap santai dan tidak khawatir. Menurut Mafhud, data pribadi yang dibocorkan Bjorka soal dirinya, bisa didapatkan di internet.
Siang harinya, akun Twitter Bjorka kembali lenyap. Meski begitu hal ini tidak menyurutkan langkah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
BSSN menggandeng Bareskrim Polri akan memburu hacker Bjorka. Kepala BSSN Hinsa Siburian di Kantor BSSN, Sawangan, Depok, mengatakan BSSN mengamati motif yang dilakukan hacker Bjorka dari semula menjual data-data pribadi sampai sekarang melakukan doxing ke sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Indonesia.
“Tentu kita bersama-sama dengan aparat terkait dengan Bareskrim juga berkoordinasi terus untuk mendapatkannya,” kata Hinsa.
Serangan siber hacker Bjorka dinilai masih rendah. Tapi, BSSN mengakui kebocoran data oleh hacker Bjorka ada yang valid. Namun, sebagian data juga ada yang tidak valid.
“Jadi, saya tidak katakan semuanya tidak valid, tapi ada juga yang valid,” ujar Hinsa.












