Investigasi juga dapat meluas jauh melampaui Brasilia. Pendukung Pro-Bolsonaro membahas di media sosial rencana untuk mengganggu jalan raya dan kilang minyak, sehingga menyebabkan kekacauan ekonomi selaras dengan penyerbuan ibu kota.
Menurut dua sumber yang mengetahui penyelidikan, perusahaan energi Brasil Eletrobras sedang menyelidiki kemungkinan runtuhnya dua menara transmisi terkait dengan kekerasan di Brasilia. Anak perusahaannya Eletronorte merilis pernyataan tentang menara yang runtuh yang menghubungkan komunitas pedesaan di Brasil utara ke jaringan pusat dengan tanda-tanda sabotase.
Kepala staf Lula Rui Costa mengatakan, pemerintah kembali bekerja dan keputusan kebijakan akan dibuat tepat waktu. Pada Senin malam, presiden yang mulai menjabat pada 1 Januari itu bertemu dengan ketua Mahkamah Agung, pemimpin kongres, dan gubernur negara bagian untuk menunjukkan persatuan nasional.
Mereka mengutuk kerusuhan tersebut. Mereka mengunjungi gedung Mahkamah Agung, yang merupakan tempat yang paling dirusak oleh perusuh pro-Bolsonaro dan Lula menuduh para perusuh mencoba menggulingkan demokrasi serta mempertanyakan mengapa tentara tidak menyurutkan ajakan kudeta militer.
“Orang-orang secara terbuka menyerukan kudeta di luar barak, dan tidak ada yang dilakukan. Tidak ada jenderal yang mengangkat jari untuk memberi tahu mereka bahwa mereka tidak dapat melakukan itu,” kata presiden berusia 77 tahun itu menuduh beberapa aparat keamanan terlibat dengan perusuh.(Republika.co.id)












