Sementara itu Ketua PII Aceh, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, APEC. Eng, mengatakan bahwa pengurus wilayah Aceh dalam tiga tahun kedepan akan menjalankan program untuk meningkatkan kompetensi anggota seiring dengan implementasi UU tentang keinsinyuran.
“Jika UU keinsinyuran cepat diterapkan, maka kita akan menyiapkan tenaga yang kompentensi dalam bidang masing-masing, mohon dukungan pusat dengan kehadiran pengurus PII Provinsi Aceh ini,” ujar Prof Marwan yang juga Rektor USK itu.
Lebih lanjut, Prof Ir Marwan meminta kepada PII Pusat untuk membuka Badan Kejuruan (BK) untuk Aceh karena ada beberapa bidang sudah banyak tenaga yang telah sertifikasi seperti bidang Teknik Sipil dan Industri.
“Jika sudah BK PII maka bagi anggota yang akan mengurus ujian kompetensi IPP, IPM atau IPU akan lebih mudah,” pintanya.
Lebih lanjut, Prof Marwan akan melanjutkan program integrasi Program Profesi Insinyur (PPI) Universitas Syiah Kuala dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sehingga akan memudahkan proses pelaksanaan kuliah masa lampau bagi mahasiswa yang mengambil profesi insinyur.
Dalam acara pelantikan tersesbut dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, T. Robby Irza, S.SiT, MT, Angota DPRA Aceh, Ir. Ilham Akbar, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Perwakilan Kapolda, Perwakilan Kejati Aceh, serta para undangan lainnya.(*)












