Di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, aktivitas berlibur di lokasi wisata masih saja ada selama pandemi. Aktivitas yang tidak begitu berkurang dari hari-hari biasa sebelum pandemi itu, tidak dibarengi dengan kegiatan-kegiatan pem bersihan lingkungan berskala besar.
“Bertambah sampah sih nggak, tapi lebih ke keadaan nggak keurus aja. Kondisinya mirip pas zaman-zaman kita belum sering melakukan clean up,” kata Ketua Sobat Bumi Sumbawa, Tiara Dwi Yunindasari, kepada Republika.
Selama pandemi Covid-19, tak ada kegiatan pembersihan pantai skala besar. Sobat Bumi masih melakukan kegiatan pada Maret 2020 di pantai-pantai yang banyak dikunjungi pelancong. Terkumpul sampah plastik sebanyak 22 kantong sampah. “Itu jumlah paling banyak,” kata Tiara tentang 22 kantong sampah plastik itu. Pelancong lokal biasa membawa minuman kemasan berupa gelas plastik dan makanan ringan pabrikan.
Kesadaran anak-anak muda bergabung dalam kegiatan Sobat Bumi, menurut Tiara, muncul ketika viral foto kuda laut membawa korek kuping. Itu foto diambil di perairan Sumbawa. Tiara bersama Sobat Bumi dan Nusantraksi (komunitas aktivis lingkungan Nusa Tenggara Beraksi) terus berupaya melakukan kampanye nol sampah plastik. “Target kampanyenya, ya anak-anak muda,” kata Tiara. (Republika.co.id)












