LM – Pemerintah China telah meluncurkan kampanye pembersihan yang agresif terhadap praktik judi online ilegal yang merajalela melalui platform-platform live streaming. Langkah ini telah memberikan dampak signifikan pada perusahaan-perusahaan teknologi besar, tetapi juga memicu gelombang inovasi baru dalam industri live streaming.
Pasar live streaming China yang mengesankan senilai lebih dari US$ 21 miliar pada 2022 menjadi target operasi pembersihan pemerintah terhadap praktik judi ilegal yang memanfaatkan fitur Lucky Draw virtual. Platform seperti Tencent Music dan Cloud Music milik NetEase, yang sebelumnya digunakan sebagai wadah untuk judi ilegal, kini berada dalam sorotan pengawasan yang lebih ketat.
Langkah-langkah tegas ini ternyata telah menyebabkan penurunan pendapatan bagi perusahaan-perusahaan live streaming terkemuka. Pendapatan dari segmen “hiburan sosial” yang mencakup live streaming mengalami penurunan tajam, dengan penurunan pendapatan hingga 24 persen di beberapa perusahaan.
Namun, keputusan ini mendorong perusahaan-perusahaan tersebut untuk berinovasi dan menghadirkan perubahan positif. Tencent Music dan Huya memilih untuk menonaktifkan fitur permainan peluang pada platform live streaming mereka sebagai respons terhadap tindakan pemerintah. Hal ini memunculkan tren baru di mana perusahaan live streaming berupaya lebih berfokus pada konten yang sehat dan edukatif.
Pendiri salah satu platform live streaming yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa beberapa aplikasi populer telah berhenti beroperasi sebagai akibat penyelidikan oleh pihak berwenang. Media lokal juga melaporkan bahwa sejumlah aplikasi live chat ditutup selama periode Mei-Juni dalam upaya “penyesuaian bisnis.”










