Sejumlah narasumber dihadirkan dalam rangkaian seminar ini. Di antaranya, Lukman Hakim Saifuddin (Menag 2014-2019), Romo Agustinus Heri Wibowo (Katolik), Rektor UHN Denpasar, Rektor UIN Surakarta, tokoh agama dan akademisi di Bali dan Surakarta.
Untuk kegiatan di Atma Jaya, hadir TGB M Zainul Majdi, Kardinal Ignatius Suharyo (KWI), Pendeta Gumar Gultom (PGI), Bhante Dhammasubho, KH Ulil Absor Abdalla (PBNU), dan Abd Rohim Ghazali (Maarif Institute).
TGB mengatakan, MHM juga akan bekerja sama dengan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka menyiapkan naskah khutbah Jumat bertema “Persaudaraan Manusia”, khususnya pada 3 Februari 2023. Naskah ini akan dibagikan ke sejumlah masjid dan juga masyarakat agar bisa menjadi bahan bacaan.
“Insya Allah, khutbah Jumat di Masjid Istiqlal pada 3 Februari juga akan mengangkat tema persaudaraan manusia,” ujar TGB.
Semua rangkian ini, dijelaskan TGB, digelar dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Piagam Persaudaraan Manusia yang juga dikenal dengan Dokumen Abu Dhabi.
“Dokumen Abu Dhabi adalah pernyataan yang tegas bahwa kita harus beranjak dari toleransi menuju kerja sama,” jelas TGB.
TGB menjelaskan, Dokumen Abu Dhabi yang menginspirasi ditetapkannya Hari Persaudaraan Manusia Internasional ini, lahir dari sebuah keresahan atas fakta orang hanya ramai bicara toleransi dengan beragam klaimnya.
Mereka saling membanggakan khazanah tentang toleransi, dan tidak jarang menganggap dirinya yang paling toleran.(Republika.co.id)












