Scroll untuk baca artikel
Seputar Aceh

Tangkal Hoax, Wamenkominfo RI Nezar Patria Tiba di Aceh

×

Tangkal Hoax, Wamenkominfo RI Nezar Patria Tiba di Aceh

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh Bustami, saat menyambut kedatangan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Nezar Patria, di ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (25/10/2023).
Sekda Aceh Bustami, saat menyambut kedatangan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Nezar Patria, di ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (25/10/2023).

LM – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Wamenkominfo RI), Nezar Patria, Putra Aceh tiba di tanah kelahirannya untuk mengukuhkan komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan ini. Dalam kunjungannya, Nezar Patria disambut dengan antusiasme dan tradisi adat Aceh yang khas. Rabu, 25 Oktober 2023.

Baca Juga :  Satu unit rumah milik pimpinan Dayah Al-Ishlah Al-Aziziyah di Gampong Lhung Bata ludes terbakar

Kedatangan Wamenkominfo RI ini tidak hanya menjadi acara formal, tetapi juga sebuah peristiwa yang sangat penting dalam perjalanan Aceh dalam meningkatkan pemahaman literasi digital dan memerangi disinformasi yang marak di era digital ini.

Table of Contents

Prosesi penyambutan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh, merupakan momen bersejarah. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami Hamzah, bersama dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf, menyambut Nezar Patria di ruang VIP Bandara. Mereka bersama-sama menjalani prosesi peusijuek, sebuah tradisi adat Aceh yang penuh makna, yang dipimpin oleh Ketua Majelis Adat Aceh, Tgk Yusdedi.

Saat sambutan berlangsung, juga turut hadir sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan dari Aceh. Prof. Marwan, Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dan Dr. Aslam Nur, Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, adalah di antara mereka yang berada dalam barisan penyambut Wamenkominfo RI.

Baca Juga :  Ratusan Rider Trail Bersiap Uji Nyali di RATA - 5 Trail Merdeka Adventure Aceh Besar

Selama kunjungan kerja di Aceh, Wamenkominfo RI menghadiri berbagai kegiatan, termasuk peresmian renovasi Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di kawasan Simpang Lima Banda Aceh. Ini adalah salah satu tindakan konkret yang mendukung peran media dalam memberikan informasi yang benar dan kredibel kepada masyarakat.

Namun, salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah upaya pencegahan penyebaran hoax dan disinformasi, terutama menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Nezar Patria berbicara tentang pengalaman di dua pemilu sebelumnya, di mana penyebaran hoax menciptakan ketidakpastian dan kecemasan di tengah masyarakat. Tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Brasil selama periode pemilihan umum.

Dalam pidatonya, Nezar Patria menyampaikan, Selama ini Kementerian Kominfo sudah melakukan deteksi dini terkait penyebaran hoax di seluruh platform media. Pemerintah meyakini, pasca dua pemilu 2014 dan 2019, masyarakat kita sudah cukup tercerahkan dan memahami bahwa selama ini banyak berita-berita hoax yang tersebar di jagad maya, terutama di masa Pemilu.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Aceh Utara Membawa Gebrakan Digital Marketing ke Gampong Baroh Blang Rimueng

Pentingnya literasi digital juga menjadi salah satu fokus utama dalam upaya menangkal penyebaran hoax. Kementerian Kominfo telah berfokus pada mensosialisasikan Literasi Digital di seluruh Indonesia. Dengan meningkatkan literasi digital masyarakat, diharapkan mereka akan lebih mampu membedakan antara informasi yang benar dan hoax atau ujaran kebencian.

Dalam konteks ini, Wamenkominfo RI menjelaskan bahwa upaya peningkatan literasi digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak semua pihak, termasuk media, akademisi, dan organisasi masyarakat, untuk bersama-sama melibatkan diri dalam upaya ini. Masyarakat perlu dilengkapi dengan keterampilan literasi digital agar mampu menilai kebenaran informasi dan menghindari penyebaran hoaks.

Tentu saja, Aceh memiliki tantangan tersendiri dalam hal konektivitas dan sinyal telekomunikasi. Beberapa daerah di Aceh masih merupakan “blank spot” dalam hal sinyal telekomunikasi, yang berarti akses internet dan komunikasi masih sulit di daerah-daerah tersebut.

Baca Juga :  Di Bank Aceh Property Expo 2023, Harga Rumah Terjangkau dengan Drop Payment 1%

Nezar Patria menjelaskan bahwa pemerintah telah mendapatkan informasi tentang sejumlah daerah di Aceh yang masih merupakan blank spot. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah menginstruksikan Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Kominfo untuk melakukan pendataan dan pemetaan daerah-daerah tersebut. Tahun depan, diharapkan masalah ini bisa segera diatasi.

Dalam menghadapi tantangan komunikasi di daerah yang masih blank spot, komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan akses informasi adalah langkah yang sangat positif. Aceh, dengan lanskap geografisnya yang unik, memiliki kebutuhan khusus dalam hal komunikasi dan akses internet. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Kominfo, terlihat sangat serius dalam mengatasi masalah ini.

Kehadiran Wamenkominfo RI di Aceh adalah pesan yang kuat tentang komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa informasi yang disajikan kepada masyarakat adalah informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat. Melalui kerja sama dan edukasi, diharapkan kita semua dapat menjadi konsumen cerdas yang mampu membedakan antara berita yang benar dan hoaks, serta memastikan bahwa dunia maya menjadi ruang yang lebih aman dan bermanfaat bagi semua orang.

Baca Juga :  Wali Nanggroe dan Rektor Universitas Se-Aceh Temui Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura

Dalam perjalanan ini, Wamenkominfo RI tidak hanya memberikan pidato dan wawasan, tetapi juga berkesempatan untuk bertemu dengan masyarakat Aceh, media, dan pemangku kepentingan lokal. Melalui dialog dan kolaborasi, diharapkan upaya bersama dalam menangkal hoax dan meningkatkan literasi digital akan semakin kuat di Aceh dan seluruh Indonesia.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca