Namun, secara psikologi menyadari korban yang mengalami luka-luka berada dalam kondisi sulit, karena malam hari, hujan dan kedinginan akan berdampak kurang bagus bagi korban. “Kita harus segera menemukan korban,”ujarnya.
Delapan korban dalam kondisi sadar dan selamat. Terkait adanya video dan foto yang beredar memang benar, korban memang berdarah dan mengalami luka-luka. Termasuk Kapolda Jambi, juga mengalami luka-luka.
Untuk evakuasi jalur udara dengan helikopter, akan dilanjutkan esok hari dan dihentikan pada malam hari. Namun jalur darat tetap terus dilanjutkan agar segera menemukan para korban.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto menyatakan untuk segera menemukan korban helikopter yang mendarat darurat, pihak tim evakuasi jalur darat yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas dan masyarakat terus bergerak.
“Tim udara dilanjutkan besok. Cuaca tidak memungkinkan dan gelap. Sedangkan tim darat masih terus bergerak (dalam perjalanan),” tegasnya.
Sampai sejauh ini, kata Mulia, memastikan masih ada makanan dan obat P3K yang tersedia di dalam helikopter yang dapat digunakan para korban.
“Kita doakan sama-sama, supaya Pak Kapolda dan rombongan bisa bertahan sampai tim evakuasi tiba,” tutupnya.(Republika.co.id)












