Scroll untuk baca artikel
DPRK

Ketua DPRK Banda Aceh Sambut Baik Kebijakan TVRI Gratiskan Nobar Piala Dunia di Aceh

×

Ketua DPRK Banda Aceh Sambut Baik Kebijakan TVRI Gratiskan Nobar Piala Dunia di Aceh

Sebarkan artikel ini

Linimedia.id – Kabar yang ditunggu-tunggu para pecinta sepak bola akhirnya datang. Pelaku usaha warung kopi di seluruh Aceh kini dapat menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 tanpa harus dibebani biaya lisensi. Kebijakan tersebut diputuskan TVRI Pusat setelah sebelumnya muncul berbagai aspirasi dari pelaku usaha yang mengaku keberatan dengan kewajiban membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk menayangkan pertandingan di tempat usaha mereka.

Keputusan itu pun disambut hangat Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST. Ia menyampaikan apresiasi kepada TVRI Aceh dan TVRI Pusat yang dinilai telah mendengar aspirasi masyarakat serta mengambil kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha dan pecinta sepak bola di Aceh.

“Kita tentu mengapresiasi respons positif dari manajemen dan pimpinan TVRI Pusat yang telah memberikan kebijakan terbaik bagi masyarakat Aceh,” ujar Irwansyah.

Menurutnya, Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, tetapi telah menjadi pesta rakyat yang dinantikan jutaan orang di berbagai belahan dunia. Di Aceh sendiri, tradisi menyaksikan pertandingan bersama di warung kopi sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Karena itu, ia menilai kebijakan menggratiskan lisensi penayangan akan membawa dampak positif, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Warung kopi dapat kembali menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk menikmati pertandingan tanpa dibayangi persoalan biaya lisensi.

Sebelum keputusan tersebut diambil, persoalan hak siar sempat menjadi perhatian banyak pihak. Berdasarkan ketentuan yang diberlakukan sebelumnya, setiap tempat usaha seperti warung kopi, kafe, restoran hingga hotel diwajibkan membayar PNBP agar dapat menayangkan pertandingan Piala Dunia secara legal kepada pelanggan.

Besaran biaya tersebut kemudian dikeluhkan sejumlah pelaku usaha karena dinilai cukup memberatkan, terutama bagi usaha kecil dan menengah yang mengandalkan kunjungan pelanggan selama berlangsungnya Piala Dunia.

Baca Juga :  Dewan Banda Aceh Minta DPMG Lakukan Pendambingan Pembentukan Reusam Gampong

Aspirasi itu kemudian disampaikan langsung kepada TVRI Aceh melalui audiensi yang digelar di Kantor TVRI Aceh, Ketapang, Aceh Besar. Dalam pertemuan tersebut, pihak TVRI Aceh menjelaskan bahwa kebijakan mengenai lisensi merupakan kewenangan TVRI Pusat sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut.

Tak berhenti di sana, para pelaku usaha juga menyampaikan aspirasi mereka kepada DPRK Banda Aceh agar persoalan tersebut dapat diteruskan kepada pihak terkait.

Merespons keluhan itu, Irwansyah langsung mengambil langkah dengan bertemu jajaran TVRI Aceh pada 5 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, ia meminta agar TVRI memberikan kebijakan khusus bagi Aceh sehingga masyarakat tetap dapat menikmati siaran Piala Dunia tanpa memberatkan pelaku usaha.

Ia bahkan mengusulkan agar biaya lisensi diturunkan, bahkan jika memungkinkan digratiskan sepenuhnya.

Menurut Irwansyah, Piala Dunia merupakan hiburan yang dinantikan masyarakat dari berbagai kalangan. Momentum empat tahunan itu seharusnya menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menghadirkan suasana kebersamaan, bukan justru menimbulkan beban baru bagi pelaku usaha.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada TVRI yang kembali berhasil menghadirkan siaran Piala Dunia secara gratis kepada masyarakat Indonesia.

“TVRI telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati salah satu ajang olahraga terbesar di dunia. Ini tentu patut diapresiasi,” katanya.

Hasil dari berbagai komunikasi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 9 Juni 2026, TVRI Aceh mengumumkan bahwa TVRI Pusat memutuskan menggratiskan lisensi penayangan Piala Dunia bagi seluruh warung kopi di Aceh.

Artinya, pelaku usaha tidak lagi diwajibkan membayar biaya lisensi ataupun PNBP untuk menggelar nonton bareng selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Bagi Irwansyah, keputusan tersebut menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan apabila disampaikan melalui jalur yang baik dan komunikasi yang konstruktif.

Baca Juga :  Ketua DPRK Banda Aceh: Pelantikan Illiza-Afdhal Digelar Rabu 12 Februari

Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha warung kopi, tetapi juga mampu menggairahkan aktivitas ekonomi masyarakat selama berlangsungnya Piala Dunia.

Warung kopi selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal di Banda Aceh dan daerah lainnya di Aceh. Ketika pertandingan besar digelar, jumlah pengunjung biasanya meningkat signifikan. Kondisi itu tentu berdampak positif terhadap omzet pelaku usaha, sekaligus membuka peluang bagi pedagang kecil lainnya.

Di sisi lain, Irwansyah juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Aceh yang kini dapat menikmati pertandingan Piala Dunia secara gratis, baik di rumah bersama keluarga, di warung kopi, maupun melalui perangkat telepon genggam.

Namun demikian, ia mengingatkan agar euforia menyambut Piala Dunia tetap diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

Ia mengajak masyarakat menjaga ketertiban selama berlangsungnya nonton bareng, menghormati sesama pendukung tim yang berbeda, serta tidak menjadikan pertandingan sebagai ajang perselisihan.

Menurutnya, mendukung tim favorit merupakan hal yang wajar dalam dunia olahraga. Namun fanatisme yang berlebihan hingga menimbulkan konflik harus dihindari karena bertentangan dengan semangat sportivitas.

Tak kalah penting, Irwansyah juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi praktik perjudian yang kerap muncul saat kompetisi sepak bola internasional berlangsung.

“Piala Dunia adalah hiburan dan ajang olahraga. Jangan sampai dicederai dengan praktik judi ataupun hal-hal yang melanggar hukum,” ujarnya.

Ia berharap momentum Piala Dunia tahun ini benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat Aceh. Warung kopi, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat menyaksikan pertandingan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada TVRI atas kebijakan yang diberikan untuk masyarakat Aceh. Kepada seluruh warga, selamat menikmati Piala Dunia bersama keluarga, sahabat, maupun di warung kopi. Mari kita jaga ketertiban, jaga persaudaraan, dan nikmati pertandingan dengan penuh sportivitas,” pungkasnya.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca