Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Aliansi Pemuda Melayu Minta Maaf atas Bentrokan di Batam, Usahakan Damai

×

Aliansi Pemuda Melayu Minta Maaf atas Bentrokan di Batam, Usahakan Damai

Sebarkan artikel ini

LM – Aliansi Pemuda Melayu mengeluarkan permohonan maaf tulus atas peristiwa bentrokan yang terjadi di Rempang, Batam, yang terjadi dalam rangka unjuk rasa. Mereka menekankan bahwa peristiwa ini merupakan insiden yang tidak diinginkan, dan disebabkan oleh oknum yang membawa senjata tajam dan bom molotov. Dalam sebuah pernyataan pada Senin, 11 September 2023, Koordinator Umum Aliansi Pemuda Melayu, Pian, menyampaikan permohonan maaf ini.

Baca Juga :  Rumah Sakit Rujukan Regional Aceh Tengah: Penyitaan Uang Rp270 Juta Mengungkap Kejahatan Korupsi

Pian menjelaskan bahwa aliansi ini, bersama dengan banyak LSM lainnya, telah berkomitmen untuk menyelenggarakan aksi damai sebagai bentuk penyampaian pendapat. Mereka tidak pernah bermaksud mengacaukan keadaan. Sejak awal, mereka berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Rempang Galang.

Table of Contents

Aliansi Pemuda Melayu juga mengungkapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Melayu yang hadir dalam aksi tersebut, baik yang berasal dari Kepulauan Riau maupun dari luar wilayah tersebut. Namun, mereka memutuskan untuk membatalkan aksi tersebut demi mencegah insiden lebih lanjut yang tidak diinginkan.

Pian menegaskan bahwa keputusan ini diambil tanpa tekanan apa pun, dan mereka lebih mengutamakan persaudaraan. Mereka juga sepakat untuk tidak mengadakan aksi pada 11 September 2023.

Sementara itu, Aliansi Pemuda Melayu mengajukan surat penangguhan penahanan kepada Kapolresta Barelang untuk tujuh orang yang diamankan di Polresta Barelang. Mereka juga mencabut surat perizinan demo yang sebelumnya telah diajukan kepada kepolisian karena pembatalan aksi.

Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi, menyambut baik langkah-langkah ini dan mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Barelang atas bantuan dalam penyelesaian masalah di Rempang. Ia juga menjamin agar mereka yang ditahan bisa kembali ke rumah masing-masing dan menekankan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan di Rempang.

Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri N, menyatakan bahwa permohonan penangguhan penahanan akan dipertimbangkan demi kepentingan umum dan akan berkoordinasi dengan penyidik. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan konten hoaks yang dapat memicu ketegangan.

Saat ini, situasi di Rempang, khususnya Sembulang, telah kembali aman dan kondusif. BP Batam juga telah mulai melakukan pendataan masyarakat Rempang dengan dukungan dari TNI dan Polri. Selanjutnya, Polresta Barelang dan Polda Kepri akan memberikan trauma healing kepada anak-anak di Rempang untuk mengatasi dampak psikologis dari peristiwa sebelumnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Suami Istri Pengedar Ganja, Beserta 8 Kg Ganja

Selain itu, tim terpadu juga akan melaksanakan kegiatan kerja bakti untuk membersihkan wilayah Rempang pasca peristiwa kemarin, sehingga wilayah tersebut dapat kembali bersih dan kondusif.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca