“Namun, hampir dua tahun terakhir tidak ada kemajuan signifikan terkait konsolidasi kelembagaan, sehingga BRIN masih belum menemukan pola terbaik dalam menghasilkan kebijakan di bidang riset dan inovasi,” ujar Syaikhul.
Ia merasa, penyelamatan bisa dilakukan salah satunya menganti Laksana Tri dengan sosok yang lebih berkompeten. Syaikhul menyarankan pertimbangan kapabilitas dan profesional harus ditonjolkan memilih kepala baru, bukan pertimbangan politis.
Syaikhul menambahkan, sebagai seorang manager bisa saja Kepala BRIN yang baru tidak harus berlatar belakang peneliti. Tapi, seorang manajer yang profesional dalam rangka memastikan konsolidasi kelembagaan bisa dilakukan dengan seksama.
“Kita tahu bersama, misalnya Menteri Kesehatan, meskipun tidak berlatar sebagai seorang dokter ternyata mampu memperbaiki kinerja dari Kementerian dalam menghadapi situasi pandemi kemarin,” kata Syaikhul.(Republika.co.id)












