LM – Baitul Mal Aceh (BMA) telah menyalurkan dana zakat sebesar lebih dari Rp 1 miliar kepada 128 keluarga miskin di dua kabupaten, yaitu Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (Abdya). Bantuan ini diberikan untuk perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih, dan menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah buang air besar sembarangan (BABS) dan stunting.
Anggota Badan Mal Aceh, Mukhlis Sya’ya, bersama dengan Kepala Bagian Umum, Didi Setiadi, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut di kantor Camat Meukek untuk Aceh Selatan dan di Kantor Camat Jeumpa untuk Abdya pada Senin, 16 Oktober 2023.
Mukhlis Sya’ya menjelaskan bahwa dana zakat ini bertujuan untuk membantu keluarga miskin dalam meningkatkan kualitas sanitasi mereka. Bantuan ini juga berperan dalam mengurangi angka stunting di masyarakat. Dengan perbaikan sanitasi dan akses air bersih, diharapkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan dapat ditingkatkan.
Penting untuk dicatat bahwa program ini tidak memungut biaya sepeser pun kepada penerima manfaat. Mukhlis menekankan agar mustahik tidak mempercayai pihak yang meminta pembayaran dalam proses penerimaan bantuan, karena ini adalah dana zakat.
“Kami tidak minta apa pun, hanya saja kami minta didoakan saja untuk muzaki agar berkah rezekinya dan amil agar amanah dalam mengelola dana umat ini,” ujar Mukhlis.
Dana bantuan sebesar Rp8,5 juta per kepala keluarga akan digunakan untuk pembangunan jamban layak. Sebanyak 60 mustahik di Aceh Selatan dan 68 mustahik di Abdya menerima bantuan ini.
Mukhlis juga mengingatkan bahwa pembangunan jamban nantinya akan menjadi tanggung jawab swakelola oleh masyarakat setempat. Dengan demikian, diharapkan hasilnya akan lebih baik dan lebih berkelanjutan.
Karena zakat di Aceh masuk ke dalam pendapatan asli daerah (PAD), akan ada pemeriksaan untuk memastikan bahwa dana ini digunakan dengan benar sesuai tujuannya. Oleh karena itu, transparansi dalam penggunaan dana ini sangat penting.
Salah satu penerima bantuan, Arifin, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang telah meringankan beban keluarganya. Selama ini, ia dan keluarganya harus buang air besar di sungai atau toilet umum. Dengan adanya bantuan ini, hidup mereka menjadi lebih mudah.
“Alhamdulillah senang sekali kami, tidak perlu ke sungai lagi,” ungkap Arifin.
Acara penyerahan bantuan juga dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Ketua Komisi II DPRK Aceh Selatan, Zamzami ST. MAp, Anggota Badan BMK Aceh Selatan, Taufik Hidayat, dan Syafriadi, serta Camat Meukek, Tahta Amirullah.[red]












