“Program ini sudah menjadi agenda tahunan kita. Tahun lalu kita laksanakan, dan tahun ini kembali kita lanjutkan. Selain bantuan perlengkapan sekolah, kita juga memiliki program Belanja Yatim yang dilaksanakan setiap Ramadan. Ini adalah bentuk komitmen kita untuk terus hadir dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim,” ungkapnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang memiliki kemampuan dapat turut peduli terhadap anak-anak yatim, sehingga mereka dapat tumbuh dan bersekolah dengan rasa percaya diri, menggunakan perlengkapan yang sama seperti anak-anak lainnya tanpa ada perbedaan,” tuturnya.
Penyaluran bantuan sosial ini bertujuan memberikan dukungan kepada anak yatim agar memiliki perlengkapan sekolah yang memadai, meringankan beban ekonomi keluarga dan wali, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong pemerataan akses pendidikan sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.
Program ini juga menjadi salah satu langkah Pemko Banda Aceh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Di bawah kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, perhatian terhadap anak yatim terus menjadi salah satu prioritas pembangunan sosial di Kota Banda Aceh. Selain program bantuan perlengkapan sekolah, pemko juga secara konsisten melaksanakan program Belanja Yatim pada bulan Ramadan, berbagai santunan sosial, serta mendorong keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan anak-anak yatim.












