Lima hari berselang, Adzra ditemukan meninggal dunia di Kanal Banjir Barat, Jakarta Barat pada hari Minggu (16/10) pukul 08.00 WIB. Jazadnya ditemukan sejauh 80 kilometer dari lokasi dia terseret banjir.
Jasad Adzra ditemukan bersama tumpukan sampah. Saat itu Polsek Tambora menerima laporan adanya jenazah perempuan, dengan ciri-diri menggunakan kemeja berwarna hitam dan gelang hitam di tangan kanan.
Theo melanjutkan, informasi penemuan mayat ini diperoleh dari UPK Badan Air DKI Jakarta, kemudian tim SAR gabungan yang telah siaga di Pintu Air Manggarai sejak pagi menuju lokasi.
“Berdasarkan ciri-ciri baju dan gelang yang dikenakan di tangan kanan korban, pihak keluarga sudah menyatakan jenazah yang ditemukan di lokasi tersebut adalah korban hanyut yang hilang di Jalan Dadali, Tanah Sareal sejak hari Selasa kemarin,” jelasnya.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan identifikasi. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.
Sementara Ibunda Adzra Nabila, Sri mengatakan jenazah dijemput oleh suaminya untuk dibawa ke rumah duka Perumahan Bumi Pertiwi, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
“Papa dan kakaknya yang menjemput. Dikenali dari bajunya, terus kaosnya yang dipakai itu kan papanya yang beliin. Dari gelangnya, giginya. Kakinya juga ada bekas luka dulu pernah kena air panas jadi itu tanda-tandanya,” tutur Sri.
Jenazah kemudian diserahkan ke keluarga untuk proses pemakaman di Bogor. “Jenazah dibawa keluarga dengan pengawalan Polresta Bogor menuju RS Bhayangkara Bogor dan akan dikebumikan,” kata Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama.(Republika.co.id)












