Scroll untuk baca artikel
Nasional

Guru Besar Unair Geram IDI Dituding Lembaga Superbody hingga Biang Kerok

79
×

Guru Besar Unair Geram IDI Dituding Lembaga Superbody hingga Biang Kerok

Sebarkan artikel ini
Logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Di samping itu, masih ada peraturan, tata tertib, dan lain-lain yang harus diikuti dalam prisesnya. Jadi, ia menyebut dokter sebagai ilmuwan dan profesi sudah terkontrol dengan baik. Yang terpenting, ia mengingatkan ilmu kedokteran secara spesifik bahwa hanya kelompok dokter yang mengerti. Jadi, baik dalam ilmu yang sudah ada maupun perkembangannya hingga pengajarannya tentunya hanya bisa dilakukan oleh para dokter.

“Etika dan sumpah dokter menguasai mereka yang bergelut di dalam ilmu kedokteran,” ujarnya.

Table of Contents

Artinya ia menegaskan di hulu yaitu pendidikan kemudian sampai praktiknya, pengawasannya dan lain-lain yang mampu melakukan adalah dokter sendiri yaitu profesi kedokteran. Ini tidak mungkin dilakukan oleh profesi lain seperti politikus. Mereka juga tak bisa mengajar atau kontrol karena tidak mengerti.

“Jadi, sudah seharusnya, sudah sewajarnya kalau mulai dari hulu hingga hilir dilakukan oleh dokter, konsil kedokteran,” katanya.

Artinya, ia menegaskan peran dokter yang dikonotasikan sewenang-wenang adalah hal yang salah. Ia juga membantah anggapan IDI adalah lembaga superbody dalam pola pikir orang-orang.

Kendati demikian, ia menilai kekeliruan ini bukan masalah besar. Sebab, pemikiran yang salah bisa diluruskan. Namun, ia keberatan jika IDI dianggap boang kerok darurat dokter. Menurutnya, tuduhan biang kerok rasanya seperti penghinaan.

“Makanya kami minta orang yang menyebut biang kerok ini harus diclearkan dengan alasan rasional dengan alat bukti, alat ukur. Jadi, kita coba untuk berdebat di situ,” katanya.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca