Pekan lalu, Iran mengeksekusi tahanan kedua, Majidreza Rahnavard, sehubungan dengan protes tersebut. Tubuh Rahnavard dibiarkan tergantung di derek konstruksi sebagai peringatan mengerikan bagi orang lain. Otoritas Iran menuduh Rahnavard menikam dua anggota pasukan paramiliternya.
Shekari dan Rahnavard dieksekusi kurang dari sebulan setelah mereka dijatuhi dakwaan. Ini menggarisbawahi kecepatan Iran melaksanakan hukuman mati yang dijatuhkan atas dugaan kejahatan terkait demonstrasi. Aktivis menyatakan, setidaknya belasan orang telah dijatuhi hukuman mati dalam sidang tertutup.
Iran telah diguncang oleh protes nasional sejak kematian seorang wanita Kurdi, Mahsa Amini yang berusia 22 tahun pada 16 September. Dia meninggal setelah ditahan oleh polisi moralitas. Protes sejak itu berubah menjadi salah satu tantangan paling serius terhadap teokrasi Iran sejak Revolusi Islam 1979.
Menurut Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran, setidaknya 495 orang tewas dalam aksi protes yang diwarnai dengan kekerasan. Sementar lebih dari 18.200 orang telah ditahan oleh pihak berwenang. (Republika.co.id)












