Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mengaku tidak mempersoalkan surat edaran tentang pengaturan volume pengeras suara masjid.

LM- Menurut Kakanwil Kemenag Aceh Iqbal, hal tersebut memberi kemaslahatan, kenyamanan dan perlindungan terhadap rakyat termasuk dalam beragama seperti yang sudah diatur dalam undang-undang.

Ia juga turut berpendapat terkait pemberitaan Menteri Agama Yaqut Cholil, akrab disapa Gus Menteri, yang disebut membandingkan toa masjid dengan gonggongan anjing berujung pada kesalahpahaman dan tidak bermaksud membandingkan keduanya.

“Coba sama-sama kita dengar dan simak kembali yang disampaikan Gus Menteri, hanya membuat tamsilan saja. Tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing. Ia hanya memberikan contoh tentang cara menjaga suasana kekeluargaan dan keharmonisan masyarakat,” ujar Iqbal, Sabtu (26/2).

Loading

redaksi
Author: redaksi