LM – Lebih dari 200 paus pilot terdampar dan mati pantai Pulau Chatam, Selandia Baru. Pihak Departemen Konservasi Selandia Baru menjelaskan mereka tidak dapat memindahkan paus-paus itu kembali ke laut karena ancaman serangan hiu kepada paus dan manusia.
Insiden terdamparnya paus bukanlah hal baru di Selandia Baru. Bahkan negara itu memiliki tingkat tinggi terdamparnya paus. Seperti pada 2017, ketika sekitar 400 paus terdampar di wilayah Farewell Spit di bagian utara Pulau Selatan Selandia Baru.
“Kepulauan Chatham adalah tempat yang menantang untuk terdampar, yang dikenal dengan hiu putih besar, pantai terpencil dan populasi penduduk kurang dari 800 orang,” jelas Project Jonah, kelompok penyelamatan hewan yang berbasis di Selandia Baru, seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/10).
Menurut Departemen Konservasi, beberapa dari paus itu berhasil bertahan hidup, namun beberapa di-eutanasia (dibunuh) secara manusiawi agar mencegah penderitaan berkelanjutan.
“Semua paus pilot yang terdampar sekarang sudah mati, dan tubuh mereka akan dibiarkan membusuk secara alami di lokasi,” jelas departemen itu.
Sebelumnya, dua minggu lalu, sekitar 200 paus juga terdampar mati di sebuah pantai di pantai barat Tasmania, Australia.(Republika.co.id)












