Scroll untuk baca artikel
DPRK

Launching Sekolah Keluarga RKI Kuta Alam: Memperkuat Ketahanan Keluarga

×

Launching Sekolah Keluarga RKI Kuta Alam: Memperkuat Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini

Linimedia.id-Banda Aceh — Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kecamatan Kuta Alam resmi meluncurkan program pembinaan keluarga melalui kegiatan Launching Sekolah Keluarga, yang berlangsung di Aula Gedung Serba Guna Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, pada Sabtu, 19 September 2026. Program ini menjadi langkah awal RKI dalam memperkuat ketahanan keluarga, khususnya bagi pasangan muda di wilayah tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Mahligai Cinta dalam Rumah Tangga” ini diikuti oleh 25 ibu-ibu muda yang telah berkeluarga. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, terutama saat menyimak materi utama yang disampaikan oleh Ibu Hayail Umroh, S. Psi, M. Si, Dosen Psikologi Keluarga Unmuha Banda Aceh.

Dalam penjelasannya, narasumber menekankan pentingnya komunikasi sehat, pengelolaan emosi, serta penguatan nilai-nilai spiritual dalam rumah tangga. “Pembinaan keluarga harus dilakukan secara berkesinambungan agar mampu menjawab tantangan zaman, terutama bagi pasangan muda yang sedang membangun fondasi rumah tangga. Semoga Sekolah Keluarga RKI menjadi ruang belajar yang berkelanjutan bagi para ibu untuk memperkuat ketahanan keluarga,” ujar Hayail Umroh.

Materi yang disampaikan mendapatkan respons positif dan menjadi bekal penting bagi para peserta dalam mengelola dinamika kehidupan keluarga. Ketua RKI Kecamatan Kuta Alam, Santi Zuhra, SHI, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. RKI berencana untuk terus memperluas kegiatan pembinaan, termasuk edukasi kesehatan keluarga, manajemen rumah tangga, dan penguatan spiritual, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga muda di gampong.

“Alhamdulillah, kegiatan Launching Sekolah Keluarga hari ini berjalan dengan baik. Antusiasme ibu-ibu peserta menunjukkan bahwa pembinaan keluarga adalah kebutuhan penting dalam mengelola berbagai persoalan rumah tangga. Kami ingin RKI menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para ibu untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan ilmu yang aplikatif untuk memperkuat mahligai rumah tangga mereka,” kata Santi Zuhra.

Baca Juga :  Terima LHP BPK, Asisten Sekda Aceh Tekankan Akuntabilitas Belanja Daerah dan Minta PT PEMA Benahi Tata Kelola

Sementara itu, Pembina RKI Kota Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, secara resmi me-launching dimulainya Sekolah Keluarga di Kecamatan Kuta Alam. Ia memberikan apresiasi terhadap inisiatif Ruma Keluarga Indonesia (RKI) tersebut. “Sekolah Keluarga yang dijalankan RKI Kuta Alam hari ini merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi keluarga muda. Banyak pasangan muda menghadapi perubahan sosial yang cepat, tuntutan ekonomi, dan dinamika rumah tangga yang semakin kompleks, termasuk tingginya angka perceraian di Banda Aceh. Oleh karena itu, pembinaan keluarga tidak boleh bersifat seremonial, tetapi harus menjadi gerakan yang terstruktur dan berkelanjutan. Kehadiran ibu-ibu muda menunjukkan bahwa program ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ungkap Farid, yang juga Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh.

Salah seorang peserta, Raudhatul Husna dari Gampong Beurawe Kecamatan Kuta Alam, menyampaikan kesan positifnya, “Saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat dekat dengan kehidupan kami sebagai ibu-ibu muda. Banyak hal baru yang saya pelajari, terutama tentang cara menjaga komunikasi yang baik dengan suami dan anak. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Launching Sekolah Keluarga ini, RKI Kecamatan Kuta Alam berharap semakin banyak keluarga muda yang mendapatkan pendampingan dan pembinaan untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis, kuat, dan berdaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina RKI Kota Banda Aceh, Ketua TP PKK Gampong Beurawe, Ketua RKI Gampong Beurawe, serta para pengurus RKI Kecamatan Kuta Alam.

[Red]

DPRK

Fraksi Golkar-PKB-PPP DPRK Banda Aceh mendesak agar perubahan APBK 2026 tidak hanya sekadar angka, tetapi berfungsi untuk pembangunan dan pelayanan publik.

DPRK

Fraksi PKS DPRK Banda Aceh mengusulkan alokasi anggaran yang tepat untuk APBK 2026, menekankan pada sektor vital dan evaluasi program yang tidak efektif.

DPRK

Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh menyampaikan pandangan terkait Raqan ABPK 2026, mendesak optimalisasi anggaran untuk pelayanan dasar dan peningkatan pendapatan.

DPRK

Fraksi Demokrat DPRK Banda Aceh mengemukakan pandangan soal Raqan Perubahan APBK 2026, menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang transparan.