Scroll untuk baca artikel
Nasional

Mengurai Polemik Harga Mi Instan Berpotensi Naik Tiga Kali Lipat

75
×

Mengurai Polemik Harga Mi Instan Berpotensi Naik Tiga Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi mie instan. Shutterstock/Bohbeh

Lalu, Bagaimana dengan Stok Gandum Dalam Negeri?

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok gandum di dalam negeri untuk produksi mi instan cukup untuk dua bulan lebih. Ini diutarakan pasca timbul kekhawatiran atas berkurangnya pasokan dan kenaikan harga gandum, yang jadi bahan baku pembuatan tepung terigu untuk mi instan.

“(Stok gandum) cukup untuk dua bulan lebih,” kata Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra di Jakarta, Kamis (11/8).

Syailendra meyakini, pasokan gandum dari sejumlah negara penghasil seperti Australia, Brasil, Argentina, dan India akan kembali membesar pada Oktober 2022 mendatang.

“Gandum itu InsyaAllah di Oktober ini sudah panen semua, dan itu (harganya) akan turun, dan sekarang cenderung turun,” ujar dia.

Syailendra pun tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan harga gandum bakal turut menekan harga mi instan di pasaran nasional. Sebab, porsi gandum dan tepung terigu dalam ongkos produksi produk mi instan menurut perhitungannya hanya sebesar 15 persen.

“Gandumnya sendiri, tepung terigu itu hanya 15 persen kontribusinya pada cost production mi instan. Selebihnya ada packaging, itu bisa 30-40 persen,” terang dia.

Stok Gandum Melimpah, Harga Mi Instan Bakal Turun

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasanmengatakan, stok gandum perlahan sudah mulai tercukupi seiring musim panen raya di sejumlah negara. Sehingga harga mie instan juga bakal turun per Oktober 2022 mendatang.

Mendag menilai, itu jadi buah keberhasilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melobi sejumlah negara penghasil gandum.

“Nah Bapak Presiden (melakukan) diplomasi, sekarang barangnya keluar nih gandum. Sudah banyak membanjiri pasar, Australia panen raya, Kanada panen raya, Amerika panen raya, jadi gandum melimpah. Mungkin Oktober sudah turun trennya turun harganya,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (11/8).

Baca Juga :  Pemilu 2024: Update Survei Elektabilitas Prabowo Subianto Terbaru

“Iya kemarin naik sedikit, tapi nanti trennya turun Oktober-November karena sekarang produknya berlebih,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

Dia juga tidak memungkiri kalau harga mi instan beberapa waktu lalu memang sedikit terangkat. Utamanya karena mengikuti tekanan inflasi, yang melesat hingga 4,94 persen per Juli 2022. “Jadi kalau mi, memang naik sedikit. Inflasi kita kan 4,9 (persen) kira-kira segitu naiknya selama berapa bulan. Jadi kecil naiknya,” kata dia.

Penyebabnya, lantaran harga gandum di pasar internasional sebagai bahan baku tepung terigu untuk produk mie instan terangkat.

“Kenapa terigu itu naik sedikit, karena di Australia itu panennya gagal, Kanada gagal, Amerika gagal. Maksudnya gagal itu tidak panen raya, tidak sesuai harapan. Kemudian Rusia-Ukraina perang barangnya tidak bisa keluar,” tutupnya.(Merdeka.com)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca