Adapun kloter terakhir dijadwalkan mendarat di Indonesia pada 1 Juli 2026.
“Puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum berakhir. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Di tengah proses pemulangan yang masih berlangsung, Kementerian Haji dan Umrah mulai menyusun berbagai langkah evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji pada musim berikutnya. Berbagai rekomendasi dari Tim Amirul Hajj telah dihimpun sebagai bahan perbaikan layanan secara menyeluruh.
Salah satu perhatian utama tertuju pada layanan di Mina yang menjadi titik paling padat selama fase puncak haji. Kawasan tersebut dinilai membutuhkan peningkatan kualitas layanan mengingat jutaan jemaah berkumpul dalam area yang terbatas dalam waktu bersamaan.
Selain itu, evaluasi juga menyasar peningkatan ketepatan layanan transportasi pada fase sebelum dan sesudah Armuzna, penguatan layanan akomodasi agar semakin banyak jemaah memperoleh hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, serta penyempurnaan layanan konsumsi yang harus mampu beradaptasi dengan dinamika di kawasan Timur Tengah.
Tim Amirul Hajj juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia petugas haji. Hasil evaluasi menunjukkan petugas yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara menyeluruh memiliki kemampuan pelayanan yang lebih baik dibandingkan petugas yang belum mendapatkan pembekalan serupa.










