Di sektor kesehatan, penguatan istithaah kesehatan menjadi salah satu rekomendasi strategis yang akan mendapat perhatian khusus. Pemerintah ingin memastikan setiap calon jemaah yang berangkat memiliki kondisi kesehatan yang memadai untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
“Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istithaah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman,” ujarnya.
Selain aspek kesehatan, rekomendasi lain mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan jadwal penyelenggaraan, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Menhaj mengungkapkan, otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini. Apresiasi tersebut dinilai menjadi indikator positif atas berbagai pembenahan yang telah dilakukan dalam tata kelola pelayanan jemaah.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas haji Indonesia dan Media Center Haji (MCH) yang selama musim haji aktif memberikan pelayanan serta informasi kepada masyarakat dan keluarga jemaah di Tanah Air.
“Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,” pungkasnya.***










