Scroll untuk baca artikel
Nasional

Menjadikan Candi Borobudur Milik Semua

102
×

Menjadikan Candi Borobudur Milik Semua

Sebarkan artikel ini
Candi Borobudur. ©2022 Merdeka.com/Purnomo Edi

Candi Borobudur Versi Metaverse

versi metaverse

Setelah polemik dan penolakan muncul, Sandiaga menyatakan pemerintah kini sedang menyiapkan pola kegiatan baru yang bisa dinikmati para pengunjung Candi Borobudur. Salah satunya dengan menikmati museum 3 Dimensi yang memberikan pengalaman para wisatawan naik ke stupa candi dengan menggunakan teknologi.

“Museum 3D ini memberikan kesempatan buat naik ke stupa candi tapi sambil duduk di pelataran dan membaca relief dari candi yang penuh dengan kearifan lokal,” kata dia.

Pengembangan teknologi ini kata dia sebagai upaya pemerintah menjaga dan memastikan kelestarian Candi Borobudur. “Pemerintah akan memastikan segala daya dan upaya untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur,” tegasnya.

Usulan penggunaan teknologi juga disuarakan pakar dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Candi Borobudur dibuat versi virtual di Metaverse sebagai alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana candi tanpa harus menaiki bangunan fisiknya.

“Melalui metaverse nanti seolah-olah bisa menikmati tidak hanya secara visual, tetapi seolah naik Candi Borobudur,” kata Wiwit Suryanto, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FMIPA UGM, Jumat (10/6).

Ide itu akan menjadi jalan tengah antara kepentingan pelestarian Candi Borobudur dan aspek pariwisata. Ke depan, masyarakat yang bisa naik ke Candi Borobudur secara fisik adalah mereka yang memiliki kepentingan khusus, misalnya terkait kepentingan keagamaan atau penelitian.

Wiwit menambahkan, penggunaan teknologi virtual akan menghindari dampak dari rencana kenaikan harga tiket. “Kaki kita seolah-olah berat naik tangga candi. Suasana juga bisa dibuat seperti sensasi saat sunrise,” kata Wiwit.

Namun untuk mewujudkan itu semua, diperlukan studio khusus yang bisa didirikan di kawasan candi dengan dilengkapi peralatan penunjang teknologi metaverse. Wiwit mengatakan FMIPA UGM siap jika diajak kerja sama untuk mendukung pengembangan teknologi itu.

Baca Juga :  Gadis Palestina Ditembak Tentara Israel Saat Ambil Kucing di Atap Rumah

Usulan penggunaan teknologi itu mendapat dukungan Ketua Umum Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) dan peneliti Borobudur Marsis Sutopo. Upaya pelestarian Candi Borobudur dapat terus dilakukan sambil pengelola menyesuaikan selera pengunjung dari kalangan generasi Z.

“Kita juga harus memikirkan selera generasi Z karena sudah tersedia informasinya di metaverse. Maka, daripada panas-panas, cukup buka laptop, kemudian melihat Borobudur melalui metaverse,” kata dia.(Merdeka.com)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca