Gunawan menulis sejumlah buku, di antaranya “Al-Qur’an: Lautan Ilmu yang Tidak Berujung” di Jerman, 2003.
Alumnus MAN 1 Banda Aceh tahun 1987 ini pernah pula ikut Fellow-Student pada Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir pada Januari-Desember 2000.
Gunawan juga dikenal luas sebagai mubalig atau dai. Hari Jumat kemarin ia masih menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Keuchik Leumiek, Banda Aceh.
Tadi malam pun ia masih terlihat sebagai jamaah shalat Tarawih di masjid kampungnya, Peunyeurat. Siang ini, almarhum dimakamkan di desa domisilinya itu.
Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr Drs Tgk H Gunawan Adnan MA PhD, meninggal dunia, Sabtu (25/3/2023) di Rumah Sakit Harapan Bunda, Seutui, Banda Aceh.
Informasi tentang meninggalnya Prof Dr Drs Tgk H Gunawan Adnan MA PhD dibenarkan Fajar, kemenakan Prof Gunawan Adnan.
Disebutkan almarhum mengembuskan napas terakhir menjelang subuh tadi dalam usia 55 tahun.
Menurut pihak keluarga, mantan wakil rektor I UIN Ar-Raniry ini meninggal tanpa didahului gejala sakit kronis (menahun) juga tidak sedang dalam masa rawatan panjang.
“Tiba-tiba saja menjelang sahur tadi, belum sempat makan, beliau muntah darah di rumahnya. Lalu dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Hanya beberapa menit di rumah sakit, nyawa beliau tak lagi tertolong,” ujar yang dihubungi Serambinews.com via telepon, Sabtu pagi.
Informasi yang Serambinews.com dapatkan dari Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburahman MAg kurang lebih sama.
“Prof Gunawan tidak sakit. Kabar terakhir, tadi malam beliau masih shalat Tarawih di Masjid Peunyeurat. Tadi pagi setelah makan sahur muntah darah dan dibawa ke RS Harapan Bunda,” demikian info via WhatsApp yang dikirim Rektor UIN Ar-Raniry ke Serambinews.com.












